Cukup relung hati ini berbicara
Sudah-sudahlah, meskipun rasa masih terisak Sembilu. Namun, seolah-olah biasa saja.
Semua atas takdirnya, semua atas kehendaknya.
Jangan engkau vonis dengan segala alur logika..
Jangan engkau vonis segala hitungan angka-angka..
Memang setiap insan wajib berusaha..
Sebelum takdir berbicara..
Qodo dan qadar itulah patokan ilaliah yang berbicara.
Setiap insan memiliki hak untuk mengungkap segala alasan-alasan sebab dan akibat.
Mengungkap,menguraikan segala keluh kesahnya.itulah manusia mahluk lemah penuh keterbatasan asa..
Kebahagia, kesedihan, kesengsaraan, luka maupun lara. Memang melodi kehidupan yang
Kadang, harus, kita jalani baik merangkak, berjalan lambat, jatuh, berdiri lagi dan berusaha sekuat tenaga agar roda kehidupan tetap berjalan. Walaupun terasa sulit bahkan amat sulit.
Semua ada di relung keimanan, ketawaduan, tawakal karena Allah SWT sebagai Pelindung, benteng, tameng terakhir di medan perang..
Ketika logika dan hati tidak bisa membaca teka teki kehidupan..
Lepaskan laramu dengan sembah sujudmu.
Tiada obat duka, segla keluh kesah mu hanya tawakal dan sabar menjadi pijakan hati agar cepat terobati...
Tawakal dan berdoa
By, Ekalaya Irpan Pamuji,S.Sos
Liwa, 22 Juni 2020
Selamat untuk blog nya pak Eka... moga makin produktif...
ReplyDeleteWoowww.... Mantap puisinya pak Eko.
ReplyDelete